Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 13 Desember 2016

ILMU PENDIDIKAN ISLAM



A.      PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM
 1. Secara bahasa pendidikan adalah ada tiga kata yang di gunakan

a.     at-tarbiah

b.     al ta’lim

c.     al ta’dib

Ketiga kata itu mengandung makna yang amat dalam,menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dlam hubungannya dengan tuhan saling berkaitan satu sama lain. 


At-tarbiah berakar dari tiga kata yaitu berasl dari kata robba yarobu yang artinya (bertambah dan bertumbuh). Yang kedua berasal dari kata rabiyayarbi.yang artinya ( tumbuh dan berkembang).yang ketiga berasal dari kata robba yarubbu.yang artinya ( membimbing menguasai memimpin,menjaga,dan memelihara).al-taklim secara lugowi berasal dari kata fiil tsulasi mzit biharfin whid,yaitu’allama yu’alimu yang artinya (mengajar).al-ta’adib berasal dari kata tsulasi maszid bikhaijim wahid,yaitu’addaba yuaddibu yang artinya (memberi adab) selain di atas ada lagi istilah’riadah’yang berarti (pelatihan).



Menurut abu ala al-marbudi katarobbin yang merupakan pecahan daripada tarbiah yang berarti pendidikan,pengasuhan dan sebagainya.


Pengertian ta’lim menurut abdul al-rahman sebatas proses penstransferan pengetahuan antar manusia.ia hanya sekedar memberi tahu/pengetahuan,tidak mengandung arti pembina kepribadian,karna sedikit sekali kemungkinan kearah pembentukan kepribadian yang di sebabkan pemberian pengetahuan.


Selanjutnya kata ta’dib menurut al atas adalah pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang tepat dan segala sesuatu yang di dalam tatanan terciptaan sedemikian rupa,sehingga membimbing kearah pengaenalan dan pengakuan penguasaan dan keagungan tuhan di dalam tatanan wujud dan kebenarannya .


Kata riyadhah di populerkan oleh al-ghazali Baginya riyadhah adalah proses pelatihan andividu pada masa kanak-kanak.Berdasarkan pengertian tersebut,al-ghazali menghususkan al-riyadhah untuk fase kanak-kanak,sedangkan fase yang lain tidak tercakup di dalamnya.


Pada masa sekarang term yang populer di pakai orang adalah (tarbiyah) yang berarti mempersiapkan individu untuk kehidupan yang lebih sempurna dalam etika,sistematis dalam berfikir,memiliki ketajaman intuisi,giat dalam berkresi,memiliki toleransi pada yang lain dalam hal yang baik,dengan demikian maka istilah pendidikan islam di sebut tarbiyah islamiyah.


2.Menurut istilah ( ishtilahan)/terminologi)

Pendidikan islam menurut istilah di rumuskan oleh pakae pendidikan islam,sesuai dengan perspektif masing-masing.di antaranya

a.    Menurut Al-Abrasyi tarbiyah adalah mempersiapkan manusia supaaya hidup dengan sempurna dan bahagia.

b.    Menurut Hasan Langgulung yaitu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan dengan nilai-nilai islam yang di selalraskan untuk beramal di dunia dan memetik hasina di akhirat.

c.    Omar Mohammad al-Thoumi Al-Syaibani,menyatakan bahwa pendidikan islam adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi,dengan pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi di antara profesi – profesi asasi dalam masyarakat.pengertian ini lebih menekankan pada perubahan dan tingkah laku,perubahan tingkah laku tidak saja terhenti pada level individu,tetapi juga mencakup level masyarakat(etika sosial) sehingga melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki kesalehan sosial.

d.   Menurut rumusan konferensi pendidikan islam sedunia yang ke-2,pada tahun 1980 di Islamabad,bahwa pendidikan di tujukan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan personalitas  manusia secara menyeluruh.dengan demikian pendidikan di arahkan untuk mengembangkan manusia pada aspeknya seperti (spiritual,intelektual,daya imajinasi ,fisik keilmuan dan bahasa.aspek tersebut mendorong untuk mencapai kebaikan dan kesempurnaan.Tujuan akhir pendidikan di arahkan untuk pengabdian manusia kepada allah baik secara individu,masyarakat dan kemanusiaan secara luas.

Berdasarkan hasil seminar pendidikan islam se-Indonesia tahun 1960 di rumuskan,pendidikan islam adalah bmbingan tehadap rohani dan jasmani menurt ajaran islam.berdasarkan beberapa rumusan yang di kemukakan oleh para ahli pendidikan serta pemahaman yang di peroleh dari beberapa istilah dalam pendidikan islam,seperti tarbiyah,ta’lim,ta’dib dan istilah lainnya.pendidikan islam dapat di rumuskan sebagai transinternalisasi pengetaahun dan nilai islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran,pembiasaan,bimbingan,pengasuhan,pengawasan, dan pengembangan potensinya,guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup di dunia dan di akhirat.



B.       Pengertian Ruang Lingkup Pendidikan Islam

            Ilmu Pendidikan Islam mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak pihak-pihak yang ikut terlibat baik secara langsung atau tidak langsung.Objek ilmu pendidikan islam ialah situasi pendidikan yang terdapat pada dunia pengalaman. Diantara objek atau segi ilmu pendidikan islam dalam situasi pendidikan islam:

1.         Perbuatan Mendidik sendiri

Sikap atau tindakan menuntun, membimbing,memberikan pertolongan dari seorang pendidik kepada anak didik untuk menuju ke tujuan pendidikan islam.

2.         Anak didik

Yaitu pihak yang merupakan objek terpenting dalam pendidikan. Hal ini disebabkan perbuatan atau tindakan mendidik itu diadakan atau dilakukan hanyalah untuk membawa anak didik ke arah tujuan pendidikan islam yang di cita-citakan.

3.      Dasar dan tujuan pendidikan islam

Yaitu landasan yang menjadi fondamen serta sumber dari segala kegiatan pendidikan islam ini dilakukan. Maksudnya pelaksanaan pendidikan islam yaitu arah kemaana anak didik akan dibawa.

4.      Pendidikan

Yaitu subjek yang melaksanakan pendidikan islam. Pendidik ini mempunyai peran penting karena berpengaruh kepada baik atau tidaknya hasil pendidikan islam.

5.      Materi pendidikan islam

Yaitu bahan – bahan atau pengalaman – pengalaman belajar ilmu agama islam yang disusun yang sedemikian rupa untuk disajikan kepada anak didik.

6.      Metode pendidikan islam

Ialah cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam agar materi pendidikan islam tersebut dapat dengan mudah diterima oleh anak didik

7.      Evaluasi pendidikan

Yaitu memuat cara – cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik.

8.      Alat – alat pendidikan islam

Yaitu alat – alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan islam agar tujuan pendidikan islam tersebut lebih berhasil.

9.      Lingkungan sekitar

Yang dimaksud ialah keadaan – keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan islam.



C.      Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam

Ilmu pendidikan memiliki arti dan peranan penting dalam kehidupan Manusia, Adapun beberapa fungsi tersebut adalah:

1.      Al-Dilalah, yaitu bahwa ilmu pendidikan melakukan pembuktian teori teori kependidikan Islam yang merangkum aspirasi atau cita-cita Islam yang diikhtiarkan agar menjadi kenyataan.

2.      Al-Ikhbar, yaitu bahwa ilmu pendidikan Islam memberikan bahan bahan Informasi  tentang pelaksanaan dalam segala aspeknya bagi pengembangan Ilmu Pendidikan Islam tersebut.

3.      Al-Khisabah, yaitu bahwa ilmu pendidikan islam berfungsi sebagai pengoreksi terhadap teori-teori yang terdapat dalam ilmu pendidikan islam itu sendiri, sehinggga pertemuan antara teori dan praktek akan semakin nyata, dan hubungan keduanya akan semakin bersifat interaktif (saling mempengaruhi).


Pendidikan islam bertujuan untuk menumbuhkan karakter kepribadian individu yang tetap fitrah dan kepribadian yang kaffa (menyeluruh) melalui latihan latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indra. Pendidikan Islam harus melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspeknya.


Sejalan dengan misi agama Islam yang memiliki tujuan memberikan rahmat bagi sekalian alam ini, maka Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajaran, yang meliputi empat pengembangan fungsi manusia sebagai mana yang disampaikan oleh DR Muhammad Fadhil Al-Djamaly, dalam bukunya Attarbiyatul insane Al jaded sebagai berikut :

a. Menyadarkan manusia secara individual pada posisi dan fungsinya di tengah makhluk yang lain, serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan kesadaran ini manusia akan mampu berperan sebagai makhluk Allah yang paling utama diantara makhluk yang lain sehingga mampu

b. Menyadarkan Fungsi manusia dengan masyarakat, serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakat. untuk itu manusia harus interealisasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan bermasyarakat. 
c. Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain dan membawanya agar memahami hikmah Tuhan menciptakan makhluk lain, serta memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya. Hal ini akan mendorong manusia untuk melakukan pengelolaan, mendayagunakan ciptaan Allah untuk kesejahteraan hidup bersama dengan yang lainnya.


Ramayulis,Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta:Kalam Mulia),hal 33-38


diakses 05 Oktober 2015, jam 22:24 WIB.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Blogger news

Blogger templates